• Jam Buka Toko: Pkl. 08.00 - 17.00 WIB
  • Status Order
  • SMS/WA: 081770007949
  • info@mindistore.com
Terpopuler:

7 Jenis Makanan Penyebab Asam Urat Sering Kambuh

22 Juni 2020 - Kategori Blog
7 jenis makanan penyebab asam urat kambuh

7 jenis makanan penyebab asam urat kambuh. (Img: Scott Burg, DO & Healthxchange.sg)

7 Jenis Makanan Penyebab Asam Urat Sering Kambuh – penyebab asam urat kambuh umumnya disebabkan oleh banyaknya kandungan purin. Purin adalah zat yang dihasilkan secara alami oleh tubuh, dalam kadar yang terlalu tinggi, zat ini dapat merangsa tubuh lebih banyak memproduksi asam urat.

Salah satu fungsi dari asam urat adalah untuk memecah zat purin, namun dalam kadar yang terlalu banyak, asam urat justru dapat membahayakan tubuh.

Asam urat yang tidak larut di dalam darah dapat berubah menjadi kristal monosodium dan mengendap di persendian, akibatnya sendi menjadi bengkak, nyeri atau sakit hingga rasa panas yang tak tertahankan.

Selain diproduksi oleh tubuh, zat purin juga dapat diperoleh dari makanan. Beberapa jenis makanan berikut dapat menjadi penyebab asam urat bahkan meningkatkan kolesterol di dalam tubuh.

7 Jenis Makanan Penyebab Asam Urat

Bagi Anda yang berisiko mengalami asam urat dan telah didiagnosa menderita penyakit persendian ini, sebaiknya hindari 7 jenis makanan penyebab asam urat berikut ini:

1. Daging

Beberapa jenis daging merah seperti daging sapi, domba atau babi secara berlebihan dapat meningkatkan kadar purin di dalam tubuh, bagi penderita asam urat kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menjadi penyebab asam urat pada kaki atau bagian tubuh lainnya.

Anda dapat mengganti asupan daging merah dengan daging ayam atau olahan kacang-kacangan seperti tempe atau tahu yang jauh lebih aman dan bernutrisi.

2. Jeroan

Jeroan hewan seperti hati, paru, usus, babat, otak atau ginjal mempunyai kandungan purin yang sangat tinggi, sangat berbahaya dikonsumsi oleh penderita atau orang dengan risiko asam urat.

Dikutip dari Hello Sehat, dalam 100 gram hati ayam mengandung setidaknya 243 mcg purin.

3. Seafood

Tidak semua makanan laut aman untuk dikonsumsi, beberapa hewan laut seperti kepiting, lobster, ikan teri, sarden, tuna, udang atau kerang mempunyai kandungan purin yang cukup tinggi.

Bagi penderita atau orang yang berisiko menderita asam urat dapat mengkonsumsi ikan salmon sebagai pengganti hidangan seafood.

4. Daging Unggas

Daging unggas yang dimaksud di sini bukanlah ayam atau bebek melainkan kalkun, entok, burung puyuh dan angsa, hewan-hewan tersebut terbukti mengandung kadar purin yang cukup tinggi.

Dalam keadaan mentah, daging unggas tersebut dapat mengandung sekitar 100 mg purin, namun kandungan purin tersebut akan meningkat setelah daging dimasak.

5. Minuman Manis dan Minuman Beralkohol

Minuman yang banyak mengandung gula sangat tidak baik untuk kesehatan khususnya bagi penderita atau orang dengan risiko asam urat.

Pasalnya minuman seperti soda atau minuman ringan banyak mengandung fruktosa yang bisa menyebabkan tubuh memproduksi asam urat lebih banyak.

Pun begitu dengan minuman beralkohol khususnya bir yang terbukti banyak mengandung zat purin. Tak hanya itu saja, mengkonsumsi minuman beralkohol juga menyebabkan kerja ginjal menjadi terbebani karena harus memisahkan asam urat dari darah.

6. Sayuran

Tidak semua sayuran aman untuk dikonsumsi oleh penderita asam urat karena beberapa jenis sayuran seperti asparagus, bayam, buncis atau kembang kol mengandung purin yang cukup tinggi.

Meski begitu, Anda tetap diizinkan untuk mengkonsumsi sayuran tersebut namun dalam kadar yang sangat terbatas.

7. Makanan Berlemak

Penderita asam urat wajib untuk menjaga berat badan ideal agar asam urat tidak mudah kambuh. Salah satu cara agar berat badan tidak meningkat adalah dengan menghindari makanan berlemak.

Dilansir dari Arthritis Foundation, terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak dapat meningkatkan berat badan dan memaksa tubuh lebih banyak memproduksi insulin.

Terlalu banyak insulin sangat memberatkan kerja ginjal untuk membuang asam urat. Jika asam urat tidak dapat dibuang maka berisiko mengendap hingga berubah menjadi kristal pada persendian.

, , ,